Merindukan Satu Sosok
Saat ini memori diotak ku, terlintas raut wajah bahagia dia yang selalu memberi senyum padaku serta semangat penuh padaku, aku sangat merindukan dia.
Aku lansung mencari sebuah barang peninggalan dia di tumpukan baju dalam lemari ku, Sudah tertebak bukan dia memberi apaa? Yaa dia memberikan ku baju, bukan sembarang baju yang dia berikan kepadaku melainkan satu baju muslim yang sangat indah nan cantik.
Dia pernah berjanji memberikan barang tersebut ketika aku sudah berhasil menjalankan perjanjian yang kita berdua sepakati. Waktu demi waktu berlalu, hingga akhirnya kita berdua bertengkar dengan sangat hebat dan aku tidak lagi menjalankan perjanjian kita lagi.
Dia selalu mengajak ku bicara namun aku selalu tidak mau Karna hasutan teman-teman ku, sangat menyesal bukan? Yaa tentu saja aku sangat menyesal.
Suatu malam saat itu pada bulan Oktober, seseorang datang kerumah ku dan mengetuk pintu rumah ku tak lupa pula ia mengucap Assalammualaikum , Aku pikir siapa yang datang malam-malam seperti ini. Setelah aku mengintipnya lewat jendela rumah.
dia lah yang datang dan bunda ku lah yang membukakan pintu untuknya, ternyata ia ingin bertemu dengan ku. Namun, karna bunda ku tau bahwa tidak sama sekali aku ingin melihat mukanya. dengan terpaksa bunda ku berbohong kepadanya dan mengatakan bahwa aku sudah tertidur.
Ternyata dia menitipkan barang ke bunda ku dengan balutan kertas dibungkus sangat indah, romantis bukan? Tentusaja. Namun kita hanya sebatas Kakak - adik saja tidak lah lebih dari itu.
Setelah sekian lama, aku mulai angkat bicara walau masih dengan cuek aku menanggapi kata-kata yang keluar dari mulutnya.
Saat beberapa hari menuju malam pergantian tahun, Dia berangkat Kerja didaerah Ibu kota ketika siang menjelang sore hari. Tenyata suatu kerjadian menimpanya dan membuat dia langsung dilarikan kerumah sakit. Namun pihak rumah sakit berkata apa? Pihak rumah sakit mengatakan bahwa dia sudah tidak berada didunia ini.
Betapa sedih aku saat itu? Bahkan aku bukan hanya sedih namun amat sangat menyesal, hubungan kita berdua belum membaik namun dia sudah di paggil oleh mu yaAllah.
Belum sempat aku memohon maaf kepadanya namun dia sudah lebih dulu pergi dari dunia ini, Tangisku tidak berhenti saat itu, bahkan hingga sekarang penyesalan itu masih sangat membekas dihati hingga saat ini.
Setiap aku memakai barang pemberian dia, Bunda selalu berkata "Baju dari dia bukan?? Sungguh indah sekali"
InshaAllah aku akan selalu menjalankan perjanjian kita hingga Allah berkata waktunya aku puIang dan menemani mu disana sebagai Kakak dan adik ya yang sangat bahagia walau bukan berasal dari rahim yang sama. Aminn Ya Rabb....

Njirr melankolis.
ReplyDeleteSiapa tuh? Gk pernah cerita nih 🙊