Posts

Showing posts from 2019

Aku Ingin

Aku ingin menjadi awan, yang dimana kamu merasa dunia ini sedang tidak ada gunanya hidup ketika menatap langit kamu merasa keberadaanmu masih ada yang membantu meneduhkan dengan cara yang paling sederhana. Aku ingin menjadi gumintang juga rembulan, yang dimana setiap malam kamu merasa tak didengarkan oleh siapapun. Kamu bisa datang lalu bercerita tentang apapun yang kamu mau tanpa rasa takut akan terbongkar masalah mu. Aku ingin menjadi hujan, yang dimana ketika kamu menangis aku ada untuk membuat kamu tak merasa menjadi manusia yang paling pedih didunia ini, dan ingat ada aku yang akan menutupi air matamu agar mereka tahu bahwa kamu selalu baik-baik saja. Aku ingin menjadi semesta mu, yang di mana setiap langkah mu   jelas aku juga dilibatkan bukan hanya pada hal yang sebuah bahagia tapi juga beberapa pedih yang kamu rasa aku ingin merakan juga. Aku ingin menjadi rumahmu, yang di mana setiap kali dunia sedang membuat mu babak belur kamu ingin segera pulang pada te...

Peluk?

Memang tidak ada yang lebih baik dari tidak membahas siapapun ketika sedang chat atau pun bertatap muka secara langsung. Banyak bukan? Tetapi mengapa hal itu yang kamu pilih. Aku ingin hanya ada kita pada apapun yang seharusnya itu tidak melibatkan orang lain. Apa kamu pernah membayangkan jika peluk ku jatuh di dada orang lain lebih parahnya sedih ku orang lain yang lebih dulu tahu. Aku selalu membayangkan hal itu. Aku takut tidak menjadi apa-apa ketika kamu butuh sebab kamu tak membagi apapun padaku. Aku membagi dunia padamu sebab aku tahu kamu bisa menyimpan itu dan semisal nanti terjadi hal yang diluar dugaan nalar ku, kamu bisa membantu aku bangun juga keluar dari sesuatu yang menyakitkan. Dengan lelah, sedih dan sepi mu aku tahu bahwa kamu seorang yang kuat. Seseorang yang tak pandai untuk mengeluarkan airmata. Seorang yang tidak pernah mengenal gagal. Berkali-kali kamu ingin menyerah namun segera ku lentangkan tangan agar kau jatuh di pelukan ku dengan tepat. La...

Tidak Keberatan?

Percaya atau  tidak, malam ini aku memikirkan mu tanpa berniat untuk tidur. Wajahmu, senyum mu, perlakuan mu, tingkah mu, gaya bicaramu, ah semuanya diputar ulang malam ini dalam kepalaku. Bahkan kalau boleh jujur setiap malam kepalaku ingin selalu kamu ada didalamnya. Aku tidak pernah tahu bagaimana kamu terhadap aku, si manusia yang banyak bicara, sering membuat mu naik darah, membuat mu menggelengkan kepala. semoga di kepala mu, aku ini baik. Selamanya baik. Keberadaan mu di hidupku beberapa bulan terakhir ini, telah membuat aku menjadi seseorang yang tentunya lebih baik. Meski mungkin kamu tidak sadar ketika melakuknanya.  Aku ingin kita tak berjarak, berbagi semesta, bercerita perihal apa yang kamu lakukan hari ini walaupun hal itu sama dengan apa yang kamu lakukan kemarin. Meski tidak 24/7 saling berkabar. Yang terpenting, ketika ada waktu jangan lupa berkabar. Tidak keberatan kan? Semoga kita setujuan, menggapai ingin berdua, mewujudkan bersama, di aamiinkan se...

#013

benar mu yang ke berapa? salah ku sudah yang ke berapa? katamu, aku selalu salah. tapi menurutku, tidak melulu begitu. katamu aku si gemar membesarkan masalah, tetapi kamu juga si gemar memancing. masih salah aku?

Bantu do'a ya?

Manakah yang lebih cocok untuk mengungkapkan perasaan ini. Aku tidak mampu untuk membencimu karena sampai detik ini, aku hanya mencintaimu hingga di mana kamu membaca ini bahkan mungkin seterusnya. dalam sedih ku, bahagia mu masih menjadi yang utama. Tidak peduli meski sudah berdarah-darah. Kata kebanyakan manusia, aku ini adalah "Si Bodoh" kamu tahu kenapa? kata mereka, aku bodoh karena masih begitu dalam menyangimu meski berulang kali kamu patahkan. Aku tidak marah ketika kata bodoh terucap dari mulut mereka, karena jauh dalam hati mereka sebenarnya mereka menyangiku dan tidak ingin melihat aku sakit karena masih saja mencintai seseorang yang sama sekali tidak memperdulikan aku. Bagian terberat dari mencintaimu bukan tidak bisa menjadi milikmu tetapi, tidak bisa lagi mengeluarkan air mata. Kenyataannya hati selalu berteriak agar aku segera mengeluarkan sesak dengan menangis. Rasanya seperti ini tersiksa sekali, kamu harus tahu. Dari mencintaimu tentu saja aku ...