Bantu do'a ya?

Manakah yang lebih cocok untuk mengungkapkan perasaan ini. Aku tidak mampu untuk membencimu karena sampai detik ini, aku hanya mencintaimu hingga di mana kamu membaca ini bahkan mungkin seterusnya. dalam sedih ku, bahagia mu masih menjadi yang utama. Tidak peduli meski sudah berdarah-darah.

Kata kebanyakan manusia, aku ini adalah "Si Bodoh" kamu tahu kenapa? kata mereka, aku bodoh karena masih begitu dalam menyangimu meski berulang kali kamu patahkan. Aku tidak marah ketika kata bodoh terucap dari mulut mereka, karena jauh dalam hati mereka sebenarnya mereka menyangiku dan tidak ingin melihat aku sakit karena masih saja mencintai seseorang yang sama sekali tidak memperdulikan aku.

Bagian terberat dari mencintaimu bukan tidak bisa menjadi milikmu tetapi, tidak bisa lagi mengeluarkan air mata. Kenyataannya hati selalu berteriak agar aku segera mengeluarkan sesak dengan menangis. Rasanya seperti ini tersiksa sekali, kamu harus tahu.

Dari mencintaimu tentu saja aku belajar banyak hal, salah satunya adalah perihal tidak semua perasaan harus disatukan juga akan terbalaskan. Kalau pun memaksa untuk bersama mungkin hanya aku satu-satunya yang berjuang, aku tidak mau yang seperti ini. Karena suatu hubungan harus berjalan searah tentunya dengan adanya dua orang yang sama-sama ingin mencapai tujuan bukan sekedar main-main.

do'akan saja aku,
agar cepat
melupakanmu.
semoga.


Comments

Popular posts from this blog

#001

Keputusan

#007