Menjadi Abu
Bagiku hadirmu seperti pelangi setalah hujan, mampu memberi warna-warna baru. Hijau merah kuning bahkan jingga, aku begitu menyukainya. Dan hanya satu kata yang layak untuk diucapkan “indah” kau datang tanpa ku minta, membawa ribuan kata-semalaman bahkan ribuan malam kita membahasnya.
Katanya, membahas pembicaran melalui telepon sangat rentan bagi suatu hubungan. Apalagi, seperti aku dan kamu yang jarang sedikit waktu untuk bertemu. Kini, aku bingung harus percaya atau tidak.
Menjadi nomor satu dihati seseorang adalah hal yang tersulit, membuat hidupnya menjadi tentang kita, membuat semua alasan terseyumnya adalah karna melihatmu.
Aku pernah memperlakukkan dan diperlakukan seperti yang aku tulis diatas. Aku menjadi alasan dia terseyum dan menjadikan hidupnya penuh dengan ketentraman.
Aku mengira, bahwa kau telah menaruh hati padaku dan melupakkan mantan kekasih yang menyebabkkan hatimu hancur beraturan.
Aku membayangkan, sore hari hujan turun dengan sangat mengagetkan. Membuat semua lukaku yang kau buat ikut larut bersama hujan yang menyurut.
Kini, semakin aku mencoba melupakan. Bayang-bayang mengenaimu dan kekasih barumu semakin membuat aku tak mampu menghapus semua jejakmu.
Semua perasaan yang kini hadir dihati hanya sebagai gumpalan tanah kering, yang mungkin sebentar lagi akan, Menjadi Abu.
Katanya, membahas pembicaran melalui telepon sangat rentan bagi suatu hubungan. Apalagi, seperti aku dan kamu yang jarang sedikit waktu untuk bertemu. Kini, aku bingung harus percaya atau tidak.
Menjadi nomor satu dihati seseorang adalah hal yang tersulit, membuat hidupnya menjadi tentang kita, membuat semua alasan terseyumnya adalah karna melihatmu.
Aku pernah memperlakukkan dan diperlakukan seperti yang aku tulis diatas. Aku menjadi alasan dia terseyum dan menjadikan hidupnya penuh dengan ketentraman.
Aku mengira, bahwa kau telah menaruh hati padaku dan melupakkan mantan kekasih yang menyebabkkan hatimu hancur beraturan.
Aku membayangkan, sore hari hujan turun dengan sangat mengagetkan. Membuat semua lukaku yang kau buat ikut larut bersama hujan yang menyurut.
Kini, semakin aku mencoba melupakan. Bayang-bayang mengenaimu dan kekasih barumu semakin membuat aku tak mampu menghapus semua jejakmu.
Semua perasaan yang kini hadir dihati hanya sebagai gumpalan tanah kering, yang mungkin sebentar lagi akan, Menjadi Abu.

Comments
Post a Comment