Pengalaman baru, Kawan baru
Hari itu tepatnya Jumat 11 Agustus 2017, pukul 15.30 kalau tidak salah ingat.Aku masih berada di sekolah karena memang hari Jumat adalah hari mata pelajaran Produktif ku, anak SMK Pasti tahu apa itu produktif. ya, produktif adalah harinya anak SMK berkutat dengan program yang dipilih ketika hendak masuk ke jenjang ini. jadi satu hari penuh aku dan kawan satu kelas ku berada di sekolah.
Jam-jam itu adalah jam dimana kita diberikan waktu singkat untuk melepas penat, aku sedang berdiskusi dengan kawan ku di kelas lalu tiba-tiba saja seseorang yang bisa dibilang menakutkan menurut kawanku mencari aku di kelas. Kalian tahu siapa? beliau adalah wakil Kepala Sekolah ku dibidang kesiswaan. Sudah bisa ditebak bahwa akan ada hal penting yang akan beliau bicarakan biasanya kalau sampai ia mendatangi kelas ku. Nyatanya benar sekali dugaan ku kawan, beliau meminta ku untuk mengikuti pendidikan di Bandung selama kurang lebih tiga hari. sayangnya saat itu tidak bisa menolak karena nama ku sudah beliau daftarkan lebih dulu. Huhuhu ingin menangis rasanya karena satu sekolah hanya mengirimkan satu perwakilan.
Ketika pulang sekolah aku langsung menemui ibuku dan berbicara perihal aku yang harus membawa nama sekolah untuk mengikuti kegiatan LDK se-Jabar tanggal 14-16 Agustus 2017, yang aku tahu ibuku akan berat melepas ku tetapi bagaimana lagi ini sudah menjadi salah satu tugas yang harus dipenuhi.
Tiba juga akhirnya tanggal 14 tersebut, aku diantar ibu ke sekolah dan sejenak ibu berbicara dengan Kepala Sekolah serta Wakilnya.
"Memang nya harus banget pak, ini anak berangkat sendiri kesana?" tanya ibuku, yang memang sangat sulit untuk melepas putrinya.
"ngak sendiri bu, disana juga banyak temannya yang dari bekasi" jawab kepala sekolah
ya maksud ibu ku bukan seperti itu pak, huhuhu. setelah keluar dari ruangan aku mencium tangan dan wajah ibuku. begitu pun yang dilakukan ibu kepadaku, tetapi tidak dengan mencium tangan ku ya. dan ibuku pun melajukan motornya untuk kembali kerumah, tidak menunggu ku sampai berangkat karena ibu juga akan pergi rapat.
Yang aku baca di surat undangan bahwa jam 11.00 sudah harus berada di hotel, aku dari Bekasi jam 09.00. pikir ku, aku langsung diantar ke hotel nyatanya tidak begitu aku harus ke DISDIK Provinsi dulu untuk mengambil berkas pelengkap akreditasi sekolah ku dan makan siang di warung nasi depan gedung DISDIK dan itu sudah pukul 12.30 dan artinya aku telat datang.
Hari itu Kota Kembang sangat padat dan kami dan tiba di hotel sekitar pukul 16.30 berapa jam kawan aku telatnya jujur saja aku kurang suka datang terlambat tetapi ini, duh kalau ditanya aku bete atau tidak tentu saja aku bete karena kau dididik oleh ibuku harus menjadi seseorang yang on time. Apalah daya ku yang saat itu posisinya hanya mengikuti pak kepala.
47 peserta yang saat itu sudah hadir dan aku adalah peserta ke 48 dan menjadi peserta yang terakhir. langsung saja aku diantar untuk menyimpan barang-barang lalu langsung mengikuti acara. bayangkan, aku tidak ikut apel pembukaan. menyebalkan kalau diingat-ingat.
satu hari itu dilewati dengan berbagai materi kepemimpinan, pergaulan bebas, narkoba dan yang lain sebagainya yang sedang marak-maraknya menjadi musuh besar remaja seusia kami. Tidak terlewat juga ini menjadi ajang untuk kita sama-sama saling mengenal satu sama lain, disini terdapat 5 kelompok dan karena aku telat jadilah aku masuk kelompok terakhir tetapi tidak apa di kelompok mana pun yang aku tahu mereka semua baik dan mudah bergaul.
Pukul 22.00 kami baru di perkenankan masuk ke kamar untuk beristirahat, aku menghuni kamar bertiga dengan kawan ku dari Purwakarta dan hanya aku lah yang berasal dari Bekasi di kamar itu. nyatanya ketika masuk kamar kami sama-sama berkenalan kembali dari mana kami berasal dan menjabat sebagai apa di sekolah, mereka sangat menjunjung tinggi sopan santun jujur aku senang berada di antara mereka. kalian tahu, didalam acara tersebut hanya ada dua orang yang sudah menduduki bangku kelas 12 yaitu aku dan satu laki-laki.
Telepon kamar kami berbunyi dan aku lah yang mengangkat telepon tersebut, karena adik-adikku yang lucu itu kelihatannya sudah lelah sekali. nyatanya orang dibalik telepon itu berkata bahwa akan ada satu lagi yang menghuni kamar kami dan asalnya dari Purwakarta juga, maka jadilah aku ini anak Bekasi sendiri di kamar itu. baiklah, setelah berkenalan dengan penduduk baru di kamar kami kantuk pun datang dan mengajak kami untuk menyegerakan diri beristirahat.
Kamar kami terletak dilantai 2, dimana kamar perempuan yang lain berada dilantai 1. jam 2 dini hari pun aku sudah bangun, kau tahu bandung berbeda sekali dengan aku yang berasal dari Bekasi. aku kedinginan, tetapi aku berusaha memaksakan diri untuk tidak tidur lagi karena takut kami satu kamar akan kesiangan. maka aku bersih-bersih dan itupun menggunakan air hangat. hehe harap maklum orang Bekasi tidak biasa dengan cuaca itu. jam setengah 3 aku membangunkan kawan satu kamar ku untuk bersiap-siap karena jam 3 harus berkumpul di mushola.
setelah melaksanakan sholat dan mendengarkan ceramah dari ustaz kami keluar dari mushola jam 06.00 pagi, kami ganti baju olahraga dan senam ditempat penginapan dan tak lupa mengisi energi agar tidak lelah karena katanya kegiatan kami hari ini sangat padat dan memang benar adanya. hari ini kami harus latihan PBB, menampilkan yel-yel masing-masing kelompok, games, membuat kesan pesan serta ditutup dengan penampilan dari masing-masing kelompok yang diberikan waktu mengarang hanya satu jam. serta malam harinya kami seisi ruangan dibuat menangis karena mengingat semua dosa-dosa yang kita lakukan atau sebut saja ini sebagai renungan dan mengingat juga esok sudah tanggal 16 itu artinya kita diharuskan untuk kembali ke rumah.
hari itu tiba, dimana kita harus berpisah dan entah bagaimana kami akan dapat bertemu lagi dengan keadaan lengkap. kalian tahu bukan, bahwa aku adalah seseorang yang mudah mengeluarkan air mata dan sulit untuk menghentikannya. ya, mataku sudah tidak tahu lagi bentuknya seperti apa yang jelas aku menangis sejadi-jadinya karena jujur tidak ingin berpisah dengan mereka tetapi waktu tidak memberikan kami untuk lebih lama sama-sama. aku memeluk kawan satu kamar ku, ia bernama Desty dan Yuli mereka berdua sudah seperti adikku dan kalian tahu mereka memanggil ku apa? mereka berdua memanggil ku "mama" karena aku yang paling tua dan aku yang mengurus mereka selama disana, satu penghuni kamar ku yang datang tengah malam itu sibuk bertukar nomor handphone dengan laki-laki. selama kami disana, sama sekali tidak diperkenankan untuk memegang handphone jadi terbentuk sekali kekeluargaan kami saat itu.
pihak sekolah tidak bisa menjemput ku karena sibuk mengurus akreditasi katanya, jadi aku harus mencari kawan pulang yang berdomisili sama dengan ku yaitu kota Bekasi. awalnya aku akan ikut dengan rombongan dari kabupaten Bekasi tetapi setelah aku pikir-pikir aku tidak terlalu hafal daerah kabupaten Bekasi maka ku menemui kawan ku yang dari kota dan ternyata yang ingin ikut dengan mereka berdomisili di kabupaten Bekasi, untuk lebih mudahnya jadi aku ikut kawan ku yang kota dan kawan ku yang satunya ikut dengan dengan yang kabupaten Bekasi.
satu persatu jemputan dari sekolahnya pun datang ada juga yang pulang ramai-ramai menggunakan kereta, bus, dan transportasi lainnya. kami yang dari kota Bekasi berjumlah 5 orang aku, Putri, Rio, Syahdan, dan Vito. nah ternyata, si Vito ini tetangga ku ia tinggal di perumahan Vida dan bersekolah di SMK N 2 Bekasi. kami dijemput jam 17.00 dan sampai di Bekasi jam 22.00.
Masa putih abu-abu ku tidak aku lewati dengan hal-hal yang berbau pelanggaran, tetapi dengan sesuatu yang dapat mengharumkan namaku sebab menurut ku masa ini adalah masa-masa dimana kita membentuk diri kita untuk menjadi seseorang yang berguna. terserah kalian menilai aku bagaimana,karena masa-masa yang baru kalian rasakan sudah pernah aku rasakan ketika putih-biru menjadi seragam harian ku.
Aku bangga dengan diriku sendiri karena mewakili sekolah ku untuk mengikuti kegiatan ini, karena tidak semua orang berkesemapatan menjadi seperti aku. bagaimana penilaian kalian terhadap ku itu hak kalian. yang jelas saya bangga menjadi diri saya yang sekarang.
Terimakasih sudah memberikan kesempatan yang tidak akan datang dua kali ini, semoga saja ilmu yang saya dapat selalu diterapkan dimanapun saya memijakkan kaki.
Jam-jam itu adalah jam dimana kita diberikan waktu singkat untuk melepas penat, aku sedang berdiskusi dengan kawan ku di kelas lalu tiba-tiba saja seseorang yang bisa dibilang menakutkan menurut kawanku mencari aku di kelas. Kalian tahu siapa? beliau adalah wakil Kepala Sekolah ku dibidang kesiswaan. Sudah bisa ditebak bahwa akan ada hal penting yang akan beliau bicarakan biasanya kalau sampai ia mendatangi kelas ku. Nyatanya benar sekali dugaan ku kawan, beliau meminta ku untuk mengikuti pendidikan di Bandung selama kurang lebih tiga hari. sayangnya saat itu tidak bisa menolak karena nama ku sudah beliau daftarkan lebih dulu. Huhuhu ingin menangis rasanya karena satu sekolah hanya mengirimkan satu perwakilan.
Ketika pulang sekolah aku langsung menemui ibuku dan berbicara perihal aku yang harus membawa nama sekolah untuk mengikuti kegiatan LDK se-Jabar tanggal 14-16 Agustus 2017, yang aku tahu ibuku akan berat melepas ku tetapi bagaimana lagi ini sudah menjadi salah satu tugas yang harus dipenuhi.
Tiba juga akhirnya tanggal 14 tersebut, aku diantar ibu ke sekolah dan sejenak ibu berbicara dengan Kepala Sekolah serta Wakilnya.
"Memang nya harus banget pak, ini anak berangkat sendiri kesana?" tanya ibuku, yang memang sangat sulit untuk melepas putrinya.
"ngak sendiri bu, disana juga banyak temannya yang dari bekasi" jawab kepala sekolah
ya maksud ibu ku bukan seperti itu pak, huhuhu. setelah keluar dari ruangan aku mencium tangan dan wajah ibuku. begitu pun yang dilakukan ibu kepadaku, tetapi tidak dengan mencium tangan ku ya. dan ibuku pun melajukan motornya untuk kembali kerumah, tidak menunggu ku sampai berangkat karena ibu juga akan pergi rapat.
Yang aku baca di surat undangan bahwa jam 11.00 sudah harus berada di hotel, aku dari Bekasi jam 09.00. pikir ku, aku langsung diantar ke hotel nyatanya tidak begitu aku harus ke DISDIK Provinsi dulu untuk mengambil berkas pelengkap akreditasi sekolah ku dan makan siang di warung nasi depan gedung DISDIK dan itu sudah pukul 12.30 dan artinya aku telat datang.
Hari itu Kota Kembang sangat padat dan kami dan tiba di hotel sekitar pukul 16.30 berapa jam kawan aku telatnya jujur saja aku kurang suka datang terlambat tetapi ini, duh kalau ditanya aku bete atau tidak tentu saja aku bete karena kau dididik oleh ibuku harus menjadi seseorang yang on time. Apalah daya ku yang saat itu posisinya hanya mengikuti pak kepala.
47 peserta yang saat itu sudah hadir dan aku adalah peserta ke 48 dan menjadi peserta yang terakhir. langsung saja aku diantar untuk menyimpan barang-barang lalu langsung mengikuti acara. bayangkan, aku tidak ikut apel pembukaan. menyebalkan kalau diingat-ingat.
satu hari itu dilewati dengan berbagai materi kepemimpinan, pergaulan bebas, narkoba dan yang lain sebagainya yang sedang marak-maraknya menjadi musuh besar remaja seusia kami. Tidak terlewat juga ini menjadi ajang untuk kita sama-sama saling mengenal satu sama lain, disini terdapat 5 kelompok dan karena aku telat jadilah aku masuk kelompok terakhir tetapi tidak apa di kelompok mana pun yang aku tahu mereka semua baik dan mudah bergaul.
Pukul 22.00 kami baru di perkenankan masuk ke kamar untuk beristirahat, aku menghuni kamar bertiga dengan kawan ku dari Purwakarta dan hanya aku lah yang berasal dari Bekasi di kamar itu. nyatanya ketika masuk kamar kami sama-sama berkenalan kembali dari mana kami berasal dan menjabat sebagai apa di sekolah, mereka sangat menjunjung tinggi sopan santun jujur aku senang berada di antara mereka. kalian tahu, didalam acara tersebut hanya ada dua orang yang sudah menduduki bangku kelas 12 yaitu aku dan satu laki-laki.
Telepon kamar kami berbunyi dan aku lah yang mengangkat telepon tersebut, karena adik-adikku yang lucu itu kelihatannya sudah lelah sekali. nyatanya orang dibalik telepon itu berkata bahwa akan ada satu lagi yang menghuni kamar kami dan asalnya dari Purwakarta juga, maka jadilah aku ini anak Bekasi sendiri di kamar itu. baiklah, setelah berkenalan dengan penduduk baru di kamar kami kantuk pun datang dan mengajak kami untuk menyegerakan diri beristirahat.
Kamar kami terletak dilantai 2, dimana kamar perempuan yang lain berada dilantai 1. jam 2 dini hari pun aku sudah bangun, kau tahu bandung berbeda sekali dengan aku yang berasal dari Bekasi. aku kedinginan, tetapi aku berusaha memaksakan diri untuk tidak tidur lagi karena takut kami satu kamar akan kesiangan. maka aku bersih-bersih dan itupun menggunakan air hangat. hehe harap maklum orang Bekasi tidak biasa dengan cuaca itu. jam setengah 3 aku membangunkan kawan satu kamar ku untuk bersiap-siap karena jam 3 harus berkumpul di mushola.
setelah melaksanakan sholat dan mendengarkan ceramah dari ustaz kami keluar dari mushola jam 06.00 pagi, kami ganti baju olahraga dan senam ditempat penginapan dan tak lupa mengisi energi agar tidak lelah karena katanya kegiatan kami hari ini sangat padat dan memang benar adanya. hari ini kami harus latihan PBB, menampilkan yel-yel masing-masing kelompok, games, membuat kesan pesan serta ditutup dengan penampilan dari masing-masing kelompok yang diberikan waktu mengarang hanya satu jam. serta malam harinya kami seisi ruangan dibuat menangis karena mengingat semua dosa-dosa yang kita lakukan atau sebut saja ini sebagai renungan dan mengingat juga esok sudah tanggal 16 itu artinya kita diharuskan untuk kembali ke rumah.
hari itu tiba, dimana kita harus berpisah dan entah bagaimana kami akan dapat bertemu lagi dengan keadaan lengkap. kalian tahu bukan, bahwa aku adalah seseorang yang mudah mengeluarkan air mata dan sulit untuk menghentikannya. ya, mataku sudah tidak tahu lagi bentuknya seperti apa yang jelas aku menangis sejadi-jadinya karena jujur tidak ingin berpisah dengan mereka tetapi waktu tidak memberikan kami untuk lebih lama sama-sama. aku memeluk kawan satu kamar ku, ia bernama Desty dan Yuli mereka berdua sudah seperti adikku dan kalian tahu mereka memanggil ku apa? mereka berdua memanggil ku "mama" karena aku yang paling tua dan aku yang mengurus mereka selama disana, satu penghuni kamar ku yang datang tengah malam itu sibuk bertukar nomor handphone dengan laki-laki. selama kami disana, sama sekali tidak diperkenankan untuk memegang handphone jadi terbentuk sekali kekeluargaan kami saat itu.
pihak sekolah tidak bisa menjemput ku karena sibuk mengurus akreditasi katanya, jadi aku harus mencari kawan pulang yang berdomisili sama dengan ku yaitu kota Bekasi. awalnya aku akan ikut dengan rombongan dari kabupaten Bekasi tetapi setelah aku pikir-pikir aku tidak terlalu hafal daerah kabupaten Bekasi maka ku menemui kawan ku yang dari kota dan ternyata yang ingin ikut dengan mereka berdomisili di kabupaten Bekasi, untuk lebih mudahnya jadi aku ikut kawan ku yang kota dan kawan ku yang satunya ikut dengan dengan yang kabupaten Bekasi.
satu persatu jemputan dari sekolahnya pun datang ada juga yang pulang ramai-ramai menggunakan kereta, bus, dan transportasi lainnya. kami yang dari kota Bekasi berjumlah 5 orang aku, Putri, Rio, Syahdan, dan Vito. nah ternyata, si Vito ini tetangga ku ia tinggal di perumahan Vida dan bersekolah di SMK N 2 Bekasi. kami dijemput jam 17.00 dan sampai di Bekasi jam 22.00.
Masa putih abu-abu ku tidak aku lewati dengan hal-hal yang berbau pelanggaran, tetapi dengan sesuatu yang dapat mengharumkan namaku sebab menurut ku masa ini adalah masa-masa dimana kita membentuk diri kita untuk menjadi seseorang yang berguna. terserah kalian menilai aku bagaimana,karena masa-masa yang baru kalian rasakan sudah pernah aku rasakan ketika putih-biru menjadi seragam harian ku.
Aku bangga dengan diriku sendiri karena mewakili sekolah ku untuk mengikuti kegiatan ini, karena tidak semua orang berkesemapatan menjadi seperti aku. bagaimana penilaian kalian terhadap ku itu hak kalian. yang jelas saya bangga menjadi diri saya yang sekarang.
Terimakasih sudah memberikan kesempatan yang tidak akan datang dua kali ini, semoga saja ilmu yang saya dapat selalu diterapkan dimanapun saya memijakkan kaki.

Comments
Post a Comment