July
Bulan ini selalu menjadi yang paling ku tunggu tiap kali
pergantian tahun dan ya ini sudah hari terakhir tepatnya tanggal 31. Banyak sekali
sebetulnya yang ingin aku bagi disini perihal mamah yang bertambah usia, aku,
juga abang ku. Tetapi biar membahas aku saja disini, tidak masalah bukan? Boleh
langsung keluar dari tab ini alangkah baiknya dilanjutkan membaca saja ya,
hehe.
Tanggal 5 juli, aku tanpa sengaja tidur lebih awal karena
rasa kantuk tidak bisa aku tahan lagi padahal biasanya dini hari baru bisa
tidur. Huhu, mungkin semesta sedang tidak ingin aku memikirkan seseorang yang
tidak memikirkan aku juga malam ini. Baiklah, tak apa aku bisa menerima.
Tanggal 6 juli, ini adalah puncak dari bulan ini yang aku
tunggu karena hari ini adalah hari bertambahnya usia ku juga berkurangnya sisa
hidupku di dunia. Rasa bahagia bercampur dengan rasa sedih karena ternyata
masih banyak sekali yang ingat dengan tanggal ini, aku sempat mengira sebagian
dari mereka banyak yang melupakan hari ini. Aku membalaskan pesan satu persatu,
ada satu ucapan yang memang selalu menjadi ucapan terbaik yang aku dapatkan,
terimakasih Dian semoga do’a yang panjang itu berbalik kepadamu juga.
Ada 3 orang yang aku tunggu di hari ini yang dua sudah
mengucapkannya dan hanya seorang yang belum memberikan ku ucapan, sungguh aku
masih menunggu walau esok sudah bukan lagi bulan kelahiran ku. Aku tahu kau
sibuk, tetapi tidak bisa memang memberikan waktu mu sedikit saja? Baiklah,
mungkin pekerjaan mu lebih membutuhkan mu jika dibandingkan dengan aku.
Pukul 10.00 pagi, aku baru keluar rumah karena adik sepupu ku
sedang berkunjung. Aku melihat plastik yang di dalamnya terdapat kotak jam
tangan, aku tidak langsung mengambil plastik tersebut karena takutnya punya abangku
atau bahkan mamah ku. Setelah ku tanya pada mereka “itu jam tangan siapa
di plastik depan pintu” mereka menjawab dengan santainya “gatau, kirain bekas
jajanan semalam terus belum dibuang” harusnya tahu ya mana mungkin plastik
jajanan sekecil itu.
Hm, baiklah aku akhirnya yang membukanya dan di kamar mamah
kalau tidak salah aku lihat emang bener jam tangan di dalam kotak itu dan
berwarna biru ah suka nya diriku. Aku kira dari tetangga ku yang memang jualan
jam tangan, dari seseorang yang sampai hari belum mengucapkan. Ternyata ada
surat didalam kotak tersebut dan aku hafal itu tulisan tangan siapa, dengan
segera aku membuka instagram dan mengirimkan pesan pada seseorang yang telah
memberi ku hadiah dengan tiba-tiba itu untuk mengucapkan terimakasih. Sayangnya,
ia selalu menyebalkan sudah ketahuan itu dari dia tetap saja tidak mengakui.
Kawan kau tahu isi surat itu apa? Aku ingin menangis kawan,
tetapi aku juga bahagia bahwa ia tidak melupakan hari ulang tahun ku. Bahkan ia
adalah yang memberi ku ucapan pertama pada tahun ini, ya ia adalah seseorang
yang aku tunggu untuk mengucapkan kata itu kepadaku. Ah, terimakasih banyak. Kau
selalu saja bertingkah seperti itu.
Ia baru mengakui setelah ia tidak ingin lagi berdebat dengan
ku berhari-hari untuk membahas hal yang sama “gatau lagi cara balas
kebaikkannya bagaimana” aku berpikir sampai kepala ku berasap memangnya aku
melakukan apa padanya? seingat ku aku tidak melakukan apapun. Ah intinya
terimakasih banyak untuk kamu, aku selalu berada disini jika kau mencari.
Aku juga mendapatkan hadiah buku yang penulisnya sudah aku
kagumi sejak aku duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, ini adalah buku pertamanya yang terbit
jadi aku harus memilikinya. Karena kawan ku ini begitu luar biasa ia membelikan
ku hadiah ini. Ah kawan, aku masih tidak menyangka.
Tahun ini aku mendapatkan hadiah yang memang menurutku
sangat istimewa dengan cara yang berbeda-beda. Aku tidak dapat membalas semua
kebaikkan yang telah kalian berikan kepadaku, semoga saja Allah memberikan
kalian kesehatan serta kelancaran dalam setiap pijakkan kaki. Aku menyangi
kalian semua dengan rasa yang berbeda-beda.
Terimakasih telah memberi ku warna di usia ku yang genap 18
tahun ini, do’a ku untuk kalian yang tak pernah melupakan ku meski aku sedang
berada di titik terendah. Semoga kita dapat terus bersama ya, meski tak lagi beda
pada masa yang tak lagi sama. Peluk sayang dari sini...

Comments
Post a Comment