Bahagia, semua orang berhak mendapatkannya.
Banyak manusia tidak peduli dengan kebahagiaan yang harusnya ia nikmati. Sering kali ia lupa dan malah mementingkan kebahagiaan orang lain diatas bahagianya sendiri. Kebanyakan hal ini terjadi karena alasan pertemanan, persahabatan. Padahal belum tentu seseorang yang mereka dahulukan bahagianya ingat bahwa kita sudah berkorban untuk bahagianya.
Beberapa kali tentu dengan sadar atau tidak kita melakukannya. Membentuk senyum manis padahal jelas hati itu menangis.
"Tidak ada yang lebih baik dari melihat mu selalu bahagia" sebuah omong kosong yang menjadi kebiasaan buruk manusia. Tidak, manusia akan berada di titik lelah dan menyerah akan pembiasaan sikap yang memang kurang dirasa cukup baik untuk dirinya.
Hingga mungkin suatu saat kita sadar, bahwa sering kali mendahulukan kebahagiaan orang lain tidak baik untuk diri kita sendiri. Untuk sekarang, tempatkan lah bahagiamu di tahap bahwa kamu tidak ingin ada orang lain yang menempati posisi tersebut.
Tidak ada salahnya egois sedikit jika itu untuk kebahagiaan sendiri, asalkan hal tersebut tidak membuat orang disekitar mu murka.
Comments
Post a Comment